Hari ku terpenuhi dengan batu
Tersesat tiada jalan yang ku tuju
Pahit perih sedih kesal yg ku rasakan skarang ini
Tiada pernah orang mengerti kepada ku
Bahwa isi dari buku biru itu adalah usahaku
Usahaku menjalani hari dari matahari terbit hingga tenggelam
Hingga burung pun berhenti bernyayi
Sekarang aku sendiri menitih sedih
Menampung semua amarah dan dengki yang melingkari hati ku ini
Terpendam cacimaki di selukbeluk hati ini
Tak akan terhapus walaupun besi panas menusuk ku sampai mati
Hingga kapan mereka berhenti melontarkan cacimaki nya kepada ku ?
Sampai aku membisu dan memecahkan gendang telinga ku ?
Haruskah begitu?
Atau haruskah aku menendang pintu dan lari dari kenyataan ini ?
Mereka merasa puas karena telah menghancurkan masa - masa indah ku
Merobek semua jiwa dan raga ku
Tiada lagi hembusan angin yang mewarnai hidupku
Hingga aku terjatuh lumpuh karena waktu terus berlalu


0 komentar:
Posting Komentar