THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Sabtu, 11 Juli 2009

Sendiri menitih sedih


Hidup ku tertumpuk oleh salju
Hari ku terpenuhi dengan batu
Tersesat tiada jalan yang ku tuju
Pahit perih sedih kesal yg ku rasakan skarang ini

Tiada pernah orang mengerti kepada ku
Bahwa isi dari buku biru itu adalah usahaku
Usahaku menjalani hari dari matahari terbit hingga tenggelam
Hingga burung pun berhenti bernyayi

Sekarang aku sendiri menitih sedih
Menampung semua amarah dan dengki yang melingkari hati ku ini
Terpendam cacimaki di selukbeluk hati ini
Tak akan terhapus walaupun besi panas menusuk ku sampai mati


Hingga kapan mereka berhenti melontarkan cacimaki nya kepada ku ?
Sampai aku membisu dan memecahkan gendang telinga ku ?
Haruskah begitu?
Atau haruskah aku menendang pintu dan lari dari kenyataan ini ?

Mereka merasa puas karena telah menghancurkan masa - masa indah ku
Merobek semua jiwa dan raga ku
Tiada lagi hembusan angin yang mewarnai hidupku
Hingga aku terjatuh lumpuh karena waktu terus berlalu

0 komentar: